Emak-Emak Desa Muara Maung Keluhkan Mati Lampu Tiap Hari dan Tagihan Listrik Mahal

Simbur Cahaya

Simburcahaya.com – “Hampir setiap hari listrik kami padam, padahal desa kami dikeliling tambang batu bara dan ada dua PLTU yang beroperasi lebih dari 10 tahun,” kata Widia warga Desa Muara Maung, Kecamatan Merapi Barat, Lahat, Sumsel, Selasa (25/3/2025).

Ia bercerita meskipun lahan pertanian dan hutan yang selama jadi andalan mereka untuk mememuhi kebutuhan hidup, kini telah berubah menjadi area eksploitasi tambang batu bara, namun energi yang dihasilkan tidak sampai ke warga desa.

“Bahkan aliran listrik bisa sampai tiga hingga empat kali padam dalam sehari,” kata dia lagi.

Di sisi lain, warga lain, Lia menambahkan sering padamnya aliran listrik tetapi bayaran justru mahal.

“Normalnya, tagihan listrik Rp 100 ribu per bulan, namun saat sering terjadi pemadaman beban lebih tingg mencapai Rp 250 ribu per bulan per rumah tangga,” ujar dia.

Dia mengungkapkan kaum emak atau perempuan yang paling merasakan kerugian akibat pemadaman listrik.

Bukan hanya bayaran menjadi lebih mahal, Lia bercerita akibat sering terjadi pemadaman peralatan elektronik, seperti kulkas dan alat memasak nasi rusak.

“Kami sudah kesal, kami ingin sekali mendemo PLN karena setiap hari mati lampu,” kata dia lagi.(JW-RY)

Foto : Ilustrasi (FB Anak Padi)

Artikel Lainnya

Mahasiswa KKN Rekognisi UIN Kelompok 402, Susur Sungai Anak Lematang Bersama DLH Lahat

Diskusi Publik Kekerasan terhadap Perempuan 'Workshop Penulisan Isu Kekerasan Berbasis Gender Online (KBGO) yang digelar oleh FJPI Sumsel (Dok Humas FJPI Sumsel / Simburcahaya.com)

Bedah Isu KBGO, FJPI Sumsel Ajak Publik Melek Penulisan Narasi yang Etis

Sungai Pule yang tercemar limbah B3

3 Sungai di Lahat, Rusak karena PLTU

Tinggalkan komentar