Di Balik Pembalut Kain Cindo-Pads, WCC Palembang Ajak Perempuan Lebih Peduli Kesehatan Menstruasi

Simbur Cahaya

Simburcahaya.com – Minggu pagi di kawasan KIF Park Kambang Iwak, seperti biasa dipenuhi warga yang berolahraga dan menikmati suasana Car Free Day (CFD). Namun, akhir pekan itu, ada pemandangan berbeda. Sejumlah perempuan tampak berhenti sejenak, mendekati sebuah stan kecil yang ramai dipenuhi rasa ingin tahu.

Di atas meja tersusun pembalut kain beraneka motif yang mungkin masih asing bagi sebagian orang. Produk itu bernama Cindo-Pads, pembalut kain yang dapat digunakan berulang kali. Bukan sekadar memperkenalkan produk, Women Crisis Center (WCC) Palembang memanfaatkan ruang publik tersebut untuk membuka percakapan tentang sesuatu yang selama ini masih dianggap tabu: kesehatan menstruasi.

Bagi WCC Palembang, menstruasi bukan hanya urusan bulanan perempuan. Menstruasi juga berkaitan dengan hak kesehatan seksual dan reproduksi yang seharusnya dipahami sejak dini.

Direktur WCC Palembang, Yessy Ariyani, mengatakan masih banyak perempuan yang belum memperoleh informasi yang memadai mengenai kesehatan reproduksi, termasuk cara menjaga kebersihan saat menstruasi.

“Perempuan berhak mengetahui pilihan-pilihan yang dapat mendukung kesehatan reproduksi mereka. Edukasi menjadi langkah awal agar mereka bisa mengambil keputusan yang tepat bagi tubuhnya,” ujar Yessy.

Ketika Menstruasi Masih Menjadi Topik yang Dianggap Tabu

Di banyak keluarga, pembicaraan mengenai menstruasi masih sering dibatasi. Tidak sedikit remaja perempuan yang tumbuh dengan berbagai mitos, rasa malu, bahkan kebingungan ketika mengalami menstruasi.

Padahal, menurut WCC Palembang, akses terhadap informasi mengenai Hak Kesehatan Seksual dan Reproduksi (HKSR) merupakan bagian dari hak dasar setiap perempuan.

Pemahaman yang benar diyakini dapat membantu mencegah berbagai persoalan, mulai dari masalah kesehatan reproduksi, kekerasan berbasis gender, hingga perkawinan anak.

Melalui kegiatan di ruang terbuka seperti Car Free Day, WCC berharap edukasi mengenai menstruasi menjadi lebih dekat dengan masyarakat dan tidak lagi dianggap sebagai pembicaraan yang memalukan.

Pembalut Kain yang Ramah bagi Tubuh dan Lingkungan

Dalam sosialisasi tersebut, perhatian pengunjung tertuju pada Cindo-Pads, pembalut kain yang dapat dicuci dan digunakan kembali.

Selain dinilai lebih ramah lingkungan karena mengurangi limbah pembalut sekali pakai, produk ini juga menjadi alternatif yang lebih ekonomis dalam jangka panjang.

Namun, Yessy menegaskan bahwa tujuan utama kegiatan bukanlah mempromosikan produk semata.

WCC juga mengajak peserta memahami pentingnya menjaga kebersihan saat menstruasi, mengganti pembalut secara teratur, hingga mengenali tanda-tanda gangguan kesehatan reproduksi yang perlu mendapat perhatian.

Belajar dari Pengalaman Sesama Perempuan

Suasana sosialisasi berlangsung santai. Tidak sedikit peserta yang memanfaatkan kesempatan tersebut untuk bertanya mengenai penggunaan dan perawatan pembalut kain.

Bagi sebagian perempuan, ini menjadi pengalaman pertama mengenal alternatif selain pembalut sekali pakai.

Fairuz, mahasiswi Fakultas Hukum Universitas Sriwijaya yang mengikuti kegiatan usai berolahraga, mengaku mendapatkan pengetahuan baru.

“Saya baru tahu kalau pembalut kain bisa dipakai ulang dan lebih aman untuk kesehatan. Informasi seperti ini penting karena selama ini saya belum pernah mendapat penjelasan secara langsung,” ujarnya.

Baginya, edukasi semacam ini membuat perempuan lebih percaya diri memahami tubuhnya sendiri.

Menstruasi Layak Dibicarakan

Bagi WCC Palembang, kesehatan reproduksi tidak cukup hanya didukung oleh ketersediaan produk, tetapi juga oleh ruang-ruang edukasi yang aman dan terbuka.

Melalui kolaborasi dengan Rumah Berlindung Palembang, organisasi tersebut berharap semakin banyak perempuan memperoleh informasi yang benar mengenai kesehatan menstruasi sekaligus memahami hak-haknya atas kesehatan reproduksi.

Sebab, ketika perempuan memiliki pengetahuan yang cukup, mereka tidak hanya mampu menjaga kesehatannya sendiri, tetapi juga dapat mengambil keputusan yang lebih baik bagi masa depannya.

Di tengah hiruk-pikuk Car Free Day, pesan itu disampaikan dengan cara sederhana: membuka ruang percakapan tentang menstruasi.

Karena menstruasi bukan sesuatu yang harus disembunyikan, melainkan bagian dari kesehatan perempuan yang layak dipahami, dirawat, dan dibicarakan tanpa stigma.(*)

Artikel Lainnya

KCIF2025: Respons Masalah Sosial yang Berkembang, Bahas Masa Depan Feminisme dan Aktivisme Feminis di Tengah Krisis Internal dan Eksternal

 5 Catatan Akhir Tahun Permampu, Keterwakilan Perempuan pada Pemilu 2024 belum 30 Persen

5 Catatan Akhir Tahun Permampu, Keterwakilan Perempuan pada Pemilu 2024 belum 30 Persen

Cerita Korban KBGO dan Crisis Centre Kekerasan Seksual UIN Palembang

Tinggalkan komentar