#SemuaTentangPinjol: Ayahku Meninggal, Aku Menyesal Terjebak Pinjol

Simbur Cahaya

#CeritaGenZ
#Bersambung

Tiba-tiba ayahku terkena serangan stroke untuk ke-3, di tengah upayanya mencari pinjaman untuk membayar utangku.

Awalnya, aku tidak tertarik mengakses pinjaman online (Pinjol) karena secara pendapatan sebagai salah seorang pegawai bank plat merah dan masih single, aku tercukupi dari gajian bulanan yang aku terima.

Namun, pacarku terus memaksa untuk meminjam duit ke pinjol, platform pinjol pun ia yang berikan. Awal meminjam tidak banyak, berkisar Rp2 juta saja.

Rayuan pacar, yang akhirnya aku curigai sebagai sindikat dari love scamming terus meminta aku untuk meminjam sampai puluhan juta rupiah.

Ayahku tau, aku punya utang yang mencapai lebih dari Rp100 juta, ia geram tetapi terus menasehatiku dan berusaha meminjam uang ke kawan-kawannya untuk membayar utang pinjol tersebut.

Ketika utangku sudah mencapai Rp200 juta dan ada ancaman yang terus menerus jika tidak segera dilunasi, ayahku terkena serangan stroke untuk ketiga kalinya.

“Ayahku pecah pembelu darah, dioperasi dan tidak sadarkan diri,”. Dan meninggal pada hari ketiga pasca operasi.

Penyesalan memang selalu diakhir, ayahku meninggal, utang pinjolku masih belum terbayar dan pacarku menghilang.

Artikel Lainnya

Mengenalkan Tunggu Tubang, Perempuan Semende Penjaga Ketahanan Pangan

Sriwijaya Forum Care TB-HIV Gelar Seminar Edukasi untuk Remaja Palembang sebagai Rangkaian Hari AIDS Sedunia

talkshow “Bangun Ruang Digital Ramah Anak #TungguAnakSiap” yang diselenggarakan Magdalene dan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) RI di Jakarta Selatan, (9/12).

#TungguAnakSiap: Urgensi Regulasi Melindungi Anak di Ruang Digital, Kolaborasi Pemerintah, Orang Tua dan Guru untuk Internet Aman

Tinggalkan komentar