Simburcahaya.com – Di tengah arus informasi yang deras, Generasi Z khususnya mahasiswa, diharapkan menjadi garda terdepan dalam menghadapi berbagai isu kesehatan global, termasuk HIV/AIDS.
Dalam acara Quarterly Community Task Force Meeting di Palembang, Selasa (02/12/2025) yang diadakan oleh Yayasan Intan Mandiri (YIM) menunjukkan adanya kesenjangan antara pengetahuan dan kejadian nyata di lapangan, terutama terkait stigma dan mitos yang masih mengakar.
Acara yang dihadiri oleh berbagai lapisan masyarakat, pemerintah, termasuk menghadirkan mahasiwa menghasilkan banyak bahasan mengenai isu tersebut termasuk pendapat dan gagasan dari Gen Z.
Anis seorang mahasiswi dari Fakultas Pertanian Tridinanti Palembang, menyatakan meskipun informasi mudah diakses, pemahaman mendalam tentang perbedaan antara HIV dan AIDS masih kabur di kalangan teman-temannya.
“Walaupun akses informasi sekarang mudah diakses, masih banyak yang belum bisa membedakan mana fakta mana hoaks,” tegasnya.
Kesalahan pemahaman yang paling sering ditemui dikalangan Gen Z adalah kepercayaan bahwa penyintas HIV tidak bisa hidup normal atau penularan dapat terjadi melalui sentuhan. Hal ini menunjukkan bahwa penyuluhan yang bersifat satu arah tidak cukup, perlu ada dialog terbuka di kampus.
Athiyah yang juga seorang mahasiswi dalam wawancaranya juga berpendapat bahwa isu yang lebih berat adalah stigma. Ia tak membantah bahwa diskriminasi terhadap orang dengan HIV/AIDS (ODHA) masih terlihat, meskipun dalam bentuk yang terselubung.
“Jujur, kadang teman-teman masih takut bersentuhan atau makan satu piring dengan ODHA, meski secara logika sudah tahu penularannya tidak seperti itu,” ujarnya.(Mg/Fathul Salbani Ihsan)









