Simburcahaya.com – Puluhan anak dan kaum perempuan dari Desa Muara Maung, Kecamatan Merapi Barat, Kabupaten Lahat, mengikuti kegiatan Sanitary Camp Lingkar Tambang bertajuk “Suara Kecilku di Bumi Batubara”. Kegiatan ini berlangsung dari Rabu, 16 Juli hingga Sabtu, 20 Juli 2025, dan difokuskan pada edukasi lingkungan dan kesehatan bagi anak-anak sebagai generasi penerus bangsa.
Sanitary Camp merupakan program yang diinisiasi, akademisi dari Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Sriwijaya, Najmah S.KM.,M.Ph.,PhD bekerja sama dengan berbagai mitra, seperti Pemerintah Kabupaten Lahat, Dinas Kesehatan, Dinas Lingkungan Hidup, Puskesmas Merapi II, serta PKK Desa dan PPK Kabupaten Lahat. Tahun ini, kegiatan diperluas dengan melibatkan lebih banyak elemen masyarakat, termasuk para ibu dan pendidik PAUD.
“Kami memilih Desa Muara Maung karena wilayah ini merupakan salah satu pintu masuk aktivitas pertambangan, yang tentunya berdampak pada kondisi lingkungan dan kesehatan masyarakat, terutama anak-anak,” ujar Anisah Zalzabila, ketua tim Sanatary Camp, Minggu (20/7/2025).
Ia menjelaskan sebelumnya, tim juga melakukan pemetaan wilayah menggunakan Google Earth untuk menelusuri biogeografi desa.
Selain tentunya, melakukan riset langsung bertemu pemerintah desa dan warga, ujarnya.
Menyelenggarakan berbagai aktivitas menarik disiapkan untuk peserta, antara lain sesi mewarnai, edukasi tentang batubara, dampak lingkungan, penyuluhan kesehatan, hingga kegiatan menanam pohon. Kelas disampaikan dengan pendekatan yang sederhana dan menyenangkan agar mudah diterima oleh anak-anak.
Dari hari pertama, anak-anak menunjukkan antusiasme tinggi dalam mengikuti setiap kegiatan. “Kami mengajari mereka mencuci tangan yang benar, memahami bahaya debu tambang, dan mengenali apa itu batu bara. Mereka sangat semangat karena ini bukan sekadar pelajaran sekolah biasa,” tambah fasilitator kegiatan.
Selain anak-anak, kegiatan ini juga diikuti kaum ibu yang berpartisipasi dalam sesi khusus mengenai rumah sehat, ventilasi rumah, dan sanitasi lingkungan, yang difasilitasi oleh tim dari PPK Kabupaten Lahat dan petugas kesehatan.
Najmah mengungkapkan Sanitary Camp tahun ini menjadi bukti bahwa suara anak-anak di tengah kepungan industri tambang patut untuk didengar.
Lewat kegiatan yang edukatif dan inklusif, diharapkan anak-anak dan keluarga mereka semakin sadar akan pentingnya menjaga lingkungan dan Kesehatan, tambah dia.
Sementara seorang warga Desa Muara Maung, Sumhayana mengatakan beragam kegiatan dan dilaksananakan tentunya sangat menarik dana menyenangkan, apalagi kegiatan ini baru pertama kali dilakukan di desa.
Kegiatan, seperti Seni Tari Camp. Anak-anak jadi punya wadah buat berekspresi dan menyalurkan hobi mereka. “Daripada seharian main gadget terus, mending ikutan aktivitas yang bermanfaat sambil kenal budaya sendiri. Soalnya sekarang ini banyak yang lupa sama tari tradisional, padahal itu bagian dari jati diri kita juga,” kata dia.
“Anak-anak juga bisa belajar tanggung jawab, kompak sama teman, terus jadi lebih percaya diri juga. Pokoknya saya seneng lihat anak-anak semangat ikut kegiatan yang bermanfaat kayak gini. Semoga makin banyak yang ikut, biar budaya kita tetap hidup dan dikenal generasi muda, ” kata dia lagi.
Teks : Reza Yuliana
Foto : Reza Yuliana
Peserta Pelatihan Jurnalis Warga PPMN









