BACA BERIZIK Perdana Digelar, Mahasiswa KKN UIN Raden Fatah Bersama Arus Aksara Perempuan Bangkitkan Literasi Kritis

Simbur Cahaya

Simburcahaya.com – Mahasiswa KKN Rekognisi Kelompok 402 UIN Raden Fatah Palembang Program Studi Jurnalistik bersama Komunitas Arus Aksara Perempuan perdana menggelar kegiatan diskusi literasi bertajuk BACA BERIZIK dengan tema “Membaca, Berdiskusi dengan Riang Gembira”. Kegiatan ini menjadi ruang belajar bersama yang bertujuan mendorong kebangkitan generasi muda menuju masa depan yang cerah dan berdaya melalui budaya membaca dan diskusi kritis.

Manager Arus Aksara Perempuan, Lutfiah Revalina, dalam sambutannya menegaskan bahwa literasi tidak boleh sekadar sunyi dan pasif. Ia menyampaikan bahwa buku dan diskusi dapat menjadi alat perjuangan untuk membela kepentingan rakyat.

“Lewat bidang buku malam ini kita ingin membuktikan bahwa literasi bisa menjadi sangat berisik dan mengganggu kemapanan mereka yang tidak berpihak pada rakyat. Buku adalah senjata dan diskusi malam ini sebuah cara kita untuk mengisi peluru pikiran tersebut,” ujarnya.

Ia berharap peserta tidak hanya membawa pulang informasi baru, tetapi juga semangat baru untuk terus bersikap kritis dan peduli terhadap berbagai isu sosial. “Mari kita buat malam ini benar-benar berisik dengan ide dan gagasannya,” tambahnya.

Memasuki sesi bedah buku, diskusi dipandu Founder simburcahaya.com, Nila Ertina FM. Ia mengapresiasi antusiasme mahasiswa dan peserta yang meluangkan waktu untuk hadir serta memulai tradisi membaca sebelum berpendapat. Menurutnya, kebiasaan membaca menjadi bekal penting agar generasi muda tidak mudah terjebak informasi yang menyesatkan.

Ia menekankan pentingnya kemampuan berpikir kritis, khususnya bagi mahasiswa dan perempuan, agar tidak mudah terpengaruh narasi yang belum tentu benar. “Kita harus baca kebenarannya seperti apa lalu bicara juga. Jangan mudah percaya tanpa memahami konteksnya,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Nila juga menjelaskan bahwa Arus Aksara Perempuan merupakan komunitas literasi yang dibangun sebagai ruang bertemu, berdiskusi, dan berbagi gagasan. Komunitas ini tidak hanya menjadi wadah literasi, tetapi juga ruang pengembangan kapasitas, termasuk peluang menjadi relawan dan membangun portofolio di bidang kepenulisan serta advokasi isu perempuan.

“Komunitas ini penting agar kita sering bertemu dan berdiskusi membahas hal-hal yang relevan dengan kehidupan kita. Kegiatan literasi ini juga mendukung perempuan agar semakin berdaya,” ungkapnya.

Buku yang dibedah dalam kegiatan ini berjudul “Berjuang melawan tiran” dipilih karena diluncurkan pada 8 Maret 2024, bertepatan dengan peringatan Hari Perempuan Internasional atau International Women’s Day (IWD).
Diskusi ini sekaligus menjadi pemanasan menjelang peringatan 8 Maret mendatang, di mana komunitas juga tengah menyiapkan berbagai konten edukatif untuk media sosial guna memperluas pemahaman tentang sejarah dan pentingnya IWD.

Konsep diskusi Baca Berizik dirancang interaktif. Peserta bergiliran membaca dan berhenti pada bagian tertentu untuk didiskusikan bersama, dengan moderator berperan sebagai “wasit” yang mengarahkan jalannya dialog. Metode ini diharapkan mampu melatih peserta memahami bacaan secara mendalam sebelum menyampaikan pendapat.

Sementara Ketua Kelompok 402 KKN Rekognisi UIN Raden Fatah Palembang, Miftahur Rizki mengungkapkan kegiatan ini menjadi salah bentuk dukungan terhadap gerakan Arus Aksara Perempuan dalam mengamplifikasi literasi berbasis komunitas dengan isu utama mendorong kesetaraan secara inklusif.

“Kebetulan anggota kelompok kami laki-laki semua, tetapi kami juga berada di garda terdepan untuk mendukung kesetaraan dalam berbagai aspek, baik politik, sosial dan ekonomi bagi perempuan,” tegas dia.

Melalui kolaborasi mahasiswa KKN Rekognisi Kelompok 402 UIN Raden Fatah Palembang dan Arus Aksara Perempuan, Baca Berizik menjadi langkah awal menghadirkan literasi yang tidak hanya riang, tetapi juga kritis dan berdampak bagi generasi muda.(Haikal)

Artikel Lainnya

Mahasiswa KKN Rekognisi UIN Kelompok 402, Susur Sungai Anak Lematang Bersama DLH Lahat

Pelatihan Jurnalis Warga, Perkuat Produksi Audio Visual Isu Lingkar Tambang dan PLTU

Kemacetan dan Kebisingan Akibat Truk Batu Bara Ganggu Warga Merapi Barat

Tinggalkan komentar