Simburcahaya.com — Pelatihan dan orientasi jurnalis warga bertajuk “Menangkap dan Mengungkapkan Keresahan Masyarakat Lingkar Tambang/PLTU dengan Menggunakan Audio Visual” digelar di Muara Maung, Kabupaten Lahat, Minggu (25/1/2026). Kegiatan ini menjadi ruang penguatan kapasitas warga dalam mendokumentasikan dampak tambang dan PLTU melalui medium audio visual.
Pelatihan ini merupakan bagian dari program tahun kedua yang didukung Perhimpunan Pengembangan Media Nusantara (PPMN), yang diselenggarakan oleh Simburcahaya.com bersama Yayasan Anak Padi. Peserta berasal dari beragam latar belakang, mulai dari mahasiswa, pegiat komunitas, hingga jurnalis warga di wilayah lingkar tambang dan PLTU.
Konsultan PPMN sekaligus Pemimpin Redaksi Simburcahaya.com, Nila Ertina FM, menegaskan bahwa penguatan kapasitas jurnalis warga tahun ini difokuskan pada pendalaman teknis produksi konten tanpa mengabaikan substansi isu. “Transisi energi berkeadilan dan pengalaman warga terdampak tetap menjadi inti. Audio visual medium untuk memperkuat pesan,” ujarnya.
Materi Videografi disampaikan oleh Fathul Salbani Ihsan mahasiswa UIN KKN Rekognisi Kelompok 402 membahas dasar-dasar videografi jurnalistik. Ia menjelaskan pentingnya pemilihan sudut pandang kamera, variasi shot, serta pengambilan B-Roll untuk memperkaya visual dan memperjelas konteks cerita di lapangan.
Sementara itu, Miftahur Rizky mahasiswa KKN Rekognisi Kelompok 402, menyampaikan materi Editing Video menggunakan aplikasi CapCut. Ia menjelaskan alur kerja dasar editing, mulai dari timeline, proses import bahan, pemilahan A-Roll dan B-Roll, pengaturan audio, hingga pentingnya rough cut agar video tetap fokus dan tidak bertele-tele.
Melalui pelatihan ini, jurnalis warga diharapkan mampu menghasilkan karya audio visual yang informatif, kontekstual, dan berpihak pada masyarakat terdampak. Kegiatan ini sekaligus memperkuat peran warga sebagai subjek utama dalam pemberitaan isu lingkungan dan energi.(Haikal)









