Resmi! Sriwijaya Forum Care TB-HIV dan Nafza Kolaborasi untuk Advokasi Isu Anak

Simbur Cahaya

SimburCahaya.com – Sriwijaya Forum Care (SFC) TB-HIV dan Nafza terus menyelenggarakan sejumlah program untuk berperan aktif dalam pembangunan daerah, terutama mendukung menghilangkan stigma dan diskriminasi kepada kelompok marginal, khususnya penyintas Anak dengan HIV (ADHA) dan Orang dengan HIV (ODHIV).

Ketua Presidium Gugus Tugas SFC TB-HIV dan Nafza, Syahri mengatakan advokasi terhadap anak terkait dengan masalah kesehatan, berhadapan dengan hukum dan kondisi ekonomi yang tidak beruntung menjadi isu utama dari gugus tugas ini.

“Anak-anak merupakan generasi harapan bangsa, yang harus dipastikan mendapatkan perlindungan dan dukungan agar terus tumbuh dan berkembang dengan baik dan sehat,” kata dia pada acara Penandatangan dan Deklarasi SFC TB-HIV dan Nafza, Senin (5/8/2024).

Menurut dia secara khusus membahas penyebaran HIV, saat ini anak-anak menjadi salah satu kelompok penyintas yang jumlah terus meningkat.

Karena itu, kolaborasi dari berbagai pihak terutama OMS, termasuk lembaga keagamaan menjadi sangat penting untuk memutus mata rantai penyebaran HIV, tambah dia.

Meskipun tambah dia, kelompok marginal lainnya tentu juga menjadi perhatian dan program untuk mendukung terciptanya kesetaraan yang berkeadilan.

Sekretaris Jenderal SFC TB-HIV dan Nafza, Tamsil menambahkan sebanyak 11 OMS bergabung semakin menguatkan kolaborasi yang telah berlangsung lebih dari 2 tahun ini.

“Anak menjadi isu utama karena memang berbagai permasalahan kini banyak melibatkan anak, padahal mereka generasi yang harus dipersiapkan untuk menyonsong masa depan yang cerah,” kata dia.

Adapun sejumlah program telah disiapkan SFC TB-HIV dan Nafza yang termasuk dalam misi perkumpulan organisasi tersebut diantaranya,
melakukan advokasi berbasis komunitas untuk pemenuhan layanan kesehatan yang berkualitas, keadilan di tempat kerja serta hak atas akses yang sama di tempat-tempat layanan publik khususnya bagi ODHIV dan Populasi Kunci.

Lalu, melakukan kajian advokasi kebijakan yang diskriminatif tidak berpihak terhadap kelompok marginal dan rentan termasuk perempuan dan anak penyintas ADHA, ODHIV dan korban Napza.

Sementara sebanyak 11 presidium SFC TB-HIV dan Nafza adalah Yayasan Intan Maharani, Sriwijaya Plus, Jaringan Indonesia Positif, 
Dompet Dhuafa, HWMKGR, IPPI, IPN, PKVHI, IKAI dan Yayasan Kharisma serta media WongKito.co.(ert)

Artikel Lainnya

M’ecotik Berkreasi hasilkan Fashion Ramah Lingkungan

SimburCahaya - Guna mendorong kemandirian secara ekonomi dan mengerti hukum bagi waria dan keluarga di Kota Palembang, Himpunan Waria Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong (HWMKGR) Sumsel menyelenggarakan serial meeting "Penguatan Paralegal Berbasis Keluarga dan Komunitas" Kamis (14/9/2023) yang didukung Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI). Ketua HWMKGR Sumatera Selatan (Sumsel) Heri mengatakan pelatihan ini tidak hanya menguatkan pengetahuan kawan-kawan waria dan keluarga terkait dengan hukum.

HWMKGR Sumsel Lakukan 2 Hal ini, untuk Dukung Waria Mandiri Ekonomi dan Mengerti Hukum

Datangi DLH Sumsel, Anak Padi dan Jurnalis Warga PPMN, Tanyakan Hasil Laporan Pencemaran FABA PLTU

Tinggalkan komentar