Simburcahaya.com – Mahasiswa KKN Rekognisi Kelompok 402 melaksanakan pelatihan lanjutan jurnalisme warga berbasis audio visual di Desa Muara Maung, Kabupaten Lahat, Sabtu (25/04/2026). Kegiatan ini difokuskan pada praktik pengambilan gambar serta editing video dengan melibatkan peserta yang dibagi ke dalam dua kelompok Jurnalisme Warga (JW).
Pada praktik tersebut, kelompok pertama mengangkat tema “Sungai Tercemar, Hidup Terpapar” yang membahas kondisi Sungai Lematang dan anak sungai lainnya yang berdampak terhadap kehidupan masyarakat. Sementara itu, kelompok kedua mengusung tema “Di Bawah Bayang-Bayang Jempol Raksasa” yang menyoroti ancaman terhadap Bukit Selero.
Ketua KKN Rekognisi Kelompok 402, Miftahur Rizki, mengatakan pelatihan lanjutan ini bertujuan memperkuat kemampuan peserta dalam menyusun skrip, pengambilan gambar, hingga proses editing video. Menurutnya, peserta diarahkan untuk menentukan naskah terlebih dahulu agar alur visual lebih terarah.
“Yang sekarang harus dilakukan adalah membuat teks atau skrip terlebih dahulu. Ketika teks sudah ada, kita bisa membayangkan kebutuhan gambar, video, dan dubbing yang diperlukan,” ujarnya.
Ia juga menjelaskan bahwa peserta dapat memanfaatkan berbagai sumber referensi untuk menyusun narasi, kemudian diverifikasi kembali dengan narasumber di lapangan. Selain itu, durasi video ditargetkan maksimal tiga menit dengan memperhatikan pembukaan, isi, dan penutup.

Kemudian untuk sesi praktik peserta diarahkan mengambil gambar menggunakan telepon genggam, mendokumentasikan kondisi sungai, aktivitas masyarakat, serta objek visual lain yang relevan dengan tema. Selanjutnya, materi tersebut diolah melalui proses editing dan dubbing untuk menghasilkan video jurnalisme warga.
Sementara itu, Fathul Salbani Ihsan mahasiswa KKN Rekognisi 402, turut memberikan pendampingan teknis videografi kepada peserta. Ia menjelaskan teknik pengambilan gambar mulai dari angle, komposisi, hingga pencahayaan agar video yang dihasilkan lebih menarik dan informatif.
Melalui pelatihan lanjutan ini, mahasiswa KKN berharap masyarakat mampu memproduksi konten jurnalisme warga berbasis audio visual secara mandiri, sekaligus mengangkat isu lingkungan dan sosial di Desa Muara Maung secara lebih luas.(Kgs Haikal)









